BAB 47. Si Tukang Maksa

1157 Words

“Rey, seharusnya kamu temenin Bella aja deh, aku bisa pulang sendiri kok. Masa’ ditinggal sendiri begitu sih, udah janji mau traktir kopi lagi.” Eve sungguh merasa tak enak hati. Pasalnya tadi dia lihat raut sumringah Bella berubah seketika saat Reyyan justru berdiri tiba-tiba. Eve sempat melihat itu. Reyyan mengangkat kedua alis. “Aku nggak janji traktir kopi kok. Bella yang ngajak dadakan, lagipula kan sekadar kopi masih bisa besok, Eve. Lebih enak juga besok kita bertiga saja ngopi bareng di Café Amigos.” Eve menghela napas lalu menggeleng. Dia malas berdebat. Lagipula kedua lututnya masih terasa nyeri. Eve berjalan tertatih dan sesekali meringis. Sementara itu, di parkiran utama depan lobby kampus, suasana mendadak heboh. Sebab seorang pria tinggi turun dari sedan sport dan sontak m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD