BAB 48. Seseorang Mengincar Bimantara

1039 Words

Akhirnya, mobil Leon masuk ke parkiran Restoran Italia. Dia membuka pintu penumpang depan. “Bisa turun sendiri atau mau kugendong lagi?” “Aku bisa sendiri.” Dengan tergesa Eve menjejakkan kaki di aspal. Namun justru lututnya kembali terasa nyeri karena terlalu terburu-buru. “Uhh!” Eve membungkuk memegang lutut. Segera Leon memeganginya. Setelahnya, Eve harus menurut dengan Leon memegangi tangannya. Memasuki restoran lalu memilih satu meja agak di pojok ruangan. Setelah memesan makanan, Eve memilih menyibukkan diri dengan handphone. Dia malas bicara dengan Leon. “Bagaimana kuliahmu hari ini, Eve?” Leon akhirnya memilih topik yang terlalu biasa untuk memecah keheningan. “Hem. Biasa saja,” jawabnya tanpa mengalihkan pandangan dari layar handphone. “Dosenmu galak?” Masih ide yang tidak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD