Leon merasa ada yang tidak beres. Dia mengusap punggung Eve, tapi di luar baju basahnya. “Eve? Eve!” Leon merasakan berat tubuh Eve benar-benar hanya bertumpu padanya. “Eve, kamu pingsan?” Masih tidak ada jawaban. Tidak ada pergerakan dari gadis ini. Leon mulai panik. Dia tidak memanggil lagi. Tapi kedua tangannya dengan cekatan tapi juga lembut, mengangkat tubuh lunglai Eve. Lalu menidurkannya di atas ranjang. Dipegangnya kening gadis lemah itu. Panas. Eve demam! Selain karena pakainnya yang sudah basah sejak tadi, Eve juga kena serangan panik karena ulah nakal Leon. Dan mungkin saja dia sudah kelelahan sejak tadi, karena berusaha sendiri membetulkan kran air. Seketika Leon merasa bersalah. Dia memindai tubuh Eve dari ujung kepala sampai ujung kaki, terlihat begitu lemas. Leon beranjak

