BAB 27. Ke Ruang CEO

1160 Words

Jam istirahat makan siang. Para karyawan keluar dari ruangannya masing-masing. Kebanyakan ke kantin kantor di lantai dasar, sebab menu di sana terbilang lengkap dan tidak terlalu menguras kantong meskipun untuk dompet akhir bulan. Namun, banyak pula yang langsung melipir ke café di samping kantor. Di sana suasana lebih chic dengan ditemani live musik. Itu adalah Monokrom Café. Sesuai dengan namanya, café dengan dua lantai itu didominasi warna hitam, putih, dan abu-abu. Berbeda dengan yang lain, Mikha tidak naik lift untuk turun ke lantai lobby. Tapi dia justru naik ke lantai sembilan. Di sana ada ruang CEO. Ruangan itu memiliki meja receptionist sendiri, tepat di seberang lift. “Selamat siang,” sapa receptionist ketika melihat Mikha keluar dari lift lalu menghampirinya. “Siang, Mbak.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD