Vito tahu-tahu sudah di depan Mikha, rupanya dia juga berjalan cepat dari meja kerjanya. “Maaf Nona Mikha, makan siangnya ditunda dulu, silakan keluar dari ruang CEO, karena kami juga akan pergi.” Lalu meninggalkan Mikha yang masih bengong, untuk segera mengejar Leon. Tidak lama kemudian, Melisa datang, berdiri di ambang pintu. “Silakan Mbak Mikha, pintunya mau saya kunci.” Mikha menghela napas dalam. Kesal. dia keluar dari ruangan itu dengan wajah cemberut. Tadi dia datang dengan perasaan senang luar biasa. Tapi secepat ini berubah menjadi kesal luar biasa. Makan siang yang seharusnya bisa romantis, gagal total. Dengan menghentakkan kaki, Mikha berjalan menuju lift. Sementara itu, di parkiran lobby, Leon dan Vito sudah masuk ke mobil mereka masing-masing. Tapi komunikasi mereka tetap t

