BAB 46. Masa Lalu Yang Belum Selesai

1034 Words

“Ya hallo?” “Leon, Papa datang.” Untuk beberapa saat, Leon terdiam. Masih mencoba mencerna kalimat singkat sang kakak dari seberang telepon. Keningnya mengernyit. Mencoba mengingat, adakah acara penting di Indonesia dalam waktu dekat ini yang terlewat olehnya? Hingga sang papa datang tapi dia tidak tahu. “Leon?” “Hemm, ya. Papa datang, mendadak? Kenapa? Kamu tau ada apa?” Terdengar Lucca menghela napas dalam dari seberang telepon. Sudah dia duga. Adiknya ini tidak tahu menahu soal kedatangan sang papa. Dia sendiri masih ada kabar lewat pesan di handphone meskipun mendadak. “Ini ada hubungannya dengan target terbarumu. Bimantara. Tadi papa menyebut nama itu. Aku sendiri belum pernah mendengar nama itu. Bagaimana? Sudah ada info dari Vito tentang orang ini?” Darah di kepala Leon seaka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD