BAB 40. Sirik Iri Hati Dengki

1086 Words

Leon menaikkan kedua alis. “Aku hanya mencoba menmbantu,” katanya. Suara mobil memasuki garasi di halaman depan. Eve melongok ke bawah lewat kaca jendela. “Itu Mikha pulang.” Reyyan melihat jam di dinding, sudah jam sebelas lewat. Dia geleng-geleng kepala. “Mereka biasa meninggalkanmu seperti ini? Sendirian sampai hampir tengah malam. Ck ck keterlaluan.” Eve mengibaskan tangan di depan wajah. “Ah, sudahlah Rey. Mama Arini dan Mikha memang begitu. Bagiku lebih baik mereka hanya sebentar di rumah. Jadi aku juga bisa hemat energi. Karena kalau ada mereka berdua, selalu saja bikin ribut, capek.” Eve menghela napas dalam. Reyyan memandang penuh simpati. Sedangkan Leon—seperti biasa—datar tanpa ekspresi. Wajahnya teduh, tapi isi pikirannya berisik. “Loh! Ada apa nih rame-rame di sini?” Mikh

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD