Merebut Hati

1055 Words

Sabtu sore, satu jam sebelum petang menjelang. Tasya menutup laptop lalu merenggangkan otot-otot yang terasa kaku. Sejak pulang sekolah tadi ia harus fokus menyelesaikan tugas yang akan ia kirim via email pada guru bahasa Inggrisnya. "Akhirnya selesai juga ..." Remaja dengan kaos bermotif retro itu duduk bersandar pada kursi teras belakang dan menggapai ponsel yang terletak di samping laptop. Wajahnya terlihat datar. Semua notifikasi yang masuk tidak ada yang menarik minatnya. Jemari lentik itu terus menggeser layar dari satu akun media sosial yang satu ke akun yang lain. Namun tak lama kemudian, kedua ujung bibirnya terangkat. Bukan karena ribuan like dan love pada foto yang baru tiga jam lalu ia post, melainkan satu komentar dari orang yang ia rindukan. [Cantik.] Disertai tiga emo

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD