Prita panik. Pembicaraannya bersama Tere beberapa waktu lalu menjadi boomerang yang kini menyerang dirinya sendiri. Kini ia harus menghadapi kemarahan seorang Lucas. Mantan suami sekaligus kekasih gelapnya. "Sweetie, kau ingin main-main denganku?" Pria itu memberi seringai yang cukup untuk membuat bulu tengkuk Prita berdiri. "Kamu salah dengar, Lucas. Tadi aku bukan bicarain kamu. Percaya deh ..." Wanita itu mendekatkan posisi duduknya. Ia berniat mengeluarkan jurus rayu andalannya untuk meredakan emosi pria tampan berdarah oriental dan Belanda itu. "Jadi kamu punya simpanan yang lain? Cih." "B-bukan gitu. Kamu pasti tau, aku gak bakal berani bohongin kamu." Prita kelabakan menyadari lagi-lagi salah bicara. Lucas memang tak mudah dibodohi. "Kau mau merayuku? Lakukan saja, itu takka

