Siang yang cerah, secerah suasana hati Prita hari ini. Hari libur membuatnya lebih santai. Ia bahkan tak mengajak Tata keluar agar tak mengganggu waktu yang khusus ia sepakati dengan beberapa wanita lain. Mall dan butik ternama ia datangi, mencari tas dan sepatu merk terkenal dengan harga tak main-main. "Ini lucu gak sih?" tanyanya pada Tere, wanita sebayanya berpenampilan sosialita. "Banget. Udah bungkus aja. Apalagi limited edition. Eh, emang cukup?" Wanita itu melirik clutch berlogo LV yang sedang Prita genggam. "Lo ngremehin apa gimane? Nih liat ..." Prita dengan bangga mengeluarkan black card yang tadi pagi baru Nathan berikan. "Wooo, keren!" "Lo lupa gue sekarang jadi istri siapa?" "Iya, iya, si anak konglomerat itu akhirnya nikahin lo juga. Mantep, salut gue." "Jadi cew

