Weekend, adalah saat yang paling Wanda nantikan. Meski kali ini ia tidak bisa menghabiskan waktu bersama Lodi karena ia masih marah, namun setidaknya ia akan bersantai. Remote televisi dan satu mangkuk besar berisi popcorn rasa keju menemaninya menonton drama Korea favoritnya. Sedang asyik menatap layar televisi saat ponselnya bergetar. Terpampang nama Lodi di sana. Entah sudah berapa kali pria itu meneleponnya sejak pagi tadi. "Isssshh, ganggu aja!" Wanda mengerang sebal sembari meletakkan ponsel kembali dalam posisi tengkurap. Tap. Tap. Tap. Suara langkah kaki Meyra terdengar mendekat dari arah ruang makan. Wanita itu membawa dua mangkuk sup buah buatannya sendiri. "Ini, pesananmu ..." ujar Meyra sambil meletakkan dua mangkuk di atas meja ruang tengah. "Ya ampun, Ra. Aku tu n

