Meyra dan Kio telah sampai di restoran malam itu. Hari ini spesial karena untuk pertama kalinya Meyra akan memperkenalkan Kio pada sang ayah dan juga Tante Utami. Kio sedikit tegang, Meyra bisa merasakannya. Pria itu lebih pendiam dan beberapa kali mengecek waktu pada jam tangan mahal di pergelangan tangannya. Tak lama kemudian, tiga orang datang dan bergabung bersama mereka. Pak Cahyo, Tante Utami dan juga Zoey. Zoey menatap menatap Meyra dengan pandangan tidak suka namun ia tersenyum pada Kio. "Udah lama?" tanya Pak Cahyo. "Baru aja, Pa," sahut Meyra sambil mencium tangan. Ia juga melakukan hal yang sama pada Tante Utami meski wanita paruh baya dengan lipstik merah itu menatapnya datar. Jika boleh, ia memilih untuk tidak datang. Pikirannya sedang penuh akibat bertumpuknya masal

