Pagi ini Ane sudah kembali ceria seperti sebelumnya. Kemarin setelah pulang dari rumah sakit, Ane masih tampak lemas dan lesu membuat Erlangga begitu khawatir. Namun pagi ini energi gadis kecil itu tampaknya sudah kembali pulih. “Ane sudah nggak pa-pa?” tanya Erlangga, tangannya cekatan mengoleskan selai ke atas rotinya. Pagi ini mereka sarapan hanya dengan setangkup roti yang diisi selai stroberi untuk Ane dan coklat untuk Erlangga. “Mmm… udah nggak gatel lagi kok pa.” gadis kecil itu kembali mengunyah sarapannya dengan rambut yang masih berantakan karena baru bangun tidur. “Hari ini nggak usah sekolah ya, nanti papa telepon bu guru buat izin.” Menggigit pelan rotinya Erlangga melanjutkan, “Papa nggak ke kantor, hari ini papa di rumah aja khusus buat Ane.” “Bener?” Ane memiringkan k

