Panik

2206 Words

Decakan Shinta kemudian terdengar seiring jawaban yang diberikan Mayang, “Gue udah yakin sih lo bakal nolak opsi ketiga…” Shinta menatap Mayang yang duduk bersandar di sofa di sampingnya. Gadis itu menumpangkan tangan kirinya di sandaran sofa, menahan kepalanya. “Lagian kenapa lo mesti nggak enak sama nyokap gue coba.” Shinta memutar bola matanya malas. Orang tuanya sudah mengenal baik Mayang sejak lama. Tidak akan ada masalah saat Mayang memakai salah satu koleksi gaunnya. “Ya pokoknya opsi ketiga di coret…” sahut Mayang. Orang tua Shinta selama ini sangat baik padanya membuat Mayang segan bila terus merepotkan. “Yaudah gini deh,” Shinta berkata cepat, “Besok kita coba nyari di mall dulu…Gue bantu pilihin gaun yang cocok buat lo tapi harganya masih affordable.” Anggukan Mayang mengakhi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD