Degup Jantung

2246 Words

Pagi ini suasana rumah kembali ceria seperti sedia kala. Mayang yang tengah menyeduh secangkir kopi untuk Erlangga tersenyum senang dengan apa yang di lihatnya dari balik meja besar yang ada di dapur. Sepertinya Erlangga sudah baik-baik saja. Lelaki itu saat ini sedang tertawa riang bersama putrinya di meja makan. Permasalahan dengan Eveline sepertinya sudah tidak terlalu lelaki itu pikirkan. Entah apa yang akan di lakukan Erlangga nanti pada ibu kandung Ane itu, Mayang tidak ingin memikirkannya. “Ini, Mas.” Mayang meletakkan secangkir kopi yang uapnya masih mengepul ke hadapan suaminya. Sementara untuk Ane, Mayang menyiapkan segelas s**u. Setelah meletakkan kedua minuman untuk sepasang ayah dan anak itu, Mayang kembali duduk di kursinya. Membantu Ane menyelesaikan sarapannya, sementara

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD