Tamu Tak Di Undang

1951 Words

“Mas jalan dulu ya,” ucap Erlangga. Setelah Mayang mencium punggung tangan kanannya, ia membalas dengan kecupan kecil di pelipis gadis itu. Wajah Mayang yang merona seketika membuatnya menahan senyum, namun Erlangga pura-pura tidak melihat. Ia terus melangkah santai menggandeng tangan Ane untuk segera masuk ke dalam mobil. “Hati-hati, Mas.” Mayang mengantar hingga ke pintu mobil, kemudian melambaikan tangan pada Ane yang balas melambaikan kedua tangannya antusias. Sementara pada Erlangga, Mayang hanya mampu tersenyum kecil tanpa berani menatap matanya lebih lama. “Ya udah kamu masuk,” ujar Erlangga yang kemudian di turuti Mayang begitu mobil yang membawa suami dan anaknya pergi. Selama perjalanan ke sekolah Ane, Erlangga terus-terusan mengumbar senyum di wajahnya. Hal yang jarang seka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD