Ide Gila

1680 Words

Mayang menarik napasnya perlahan lalu mengembuskannya seraya menatap jam dinding yang menunjuk pada angka tujuh. Erlangga sedang dalam perjalanan pulang, sedangkan Ane masih belum ada kabar. Ia kembali menghela napas. “May… jangan terlalu dipikirin. Mama yakin Eveline nggak akan macem-macem sama Ane. Mending kita nunggu mereka di ruang tengah aja yuk sambil nonton tv,” ajak Reva. Ia cukup mengerti apa yang menjadi kegelisahan menantunya sejak tadi, tapi Reva tetap percaya Eveline tidak akan berbuat hal-hal buruk pada anaknya sendiri. “Mbak Eveline dari tadi nggak angkat teleponku, Ma. Aku cuma…” Mayang menggigit bibirnya pelan sebelum melanjutkan, “takut terjadi apa-apa.” Suara sapaan yang terdengar dari ruang tamu membuat Mayang menoleh. Ia mendapati Erlangga berjalan ke arahnya dengan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD