Pukul tujuh lewat tiga puluh, Erlangga dan Ane baru saja berangkat setelah menyelesaikan sarapan mereka lima menit yang lalu. Mayang tersenyum senang melihat piring bekas makan keduanya yang bersih tanpa sisa sedikit pun, artinya mereka cukup menyukai apa yang ia hidangkan sebagai sarapan mereka pagi ini. Setelah merapikan kembali meja makan di bantu oleh salah satu asisten rumah tangga, Mayang memutuskan untuk mengisi paginya dengan membuat puding. Ane sangat suka puding coklat. Oleh karena itu ia putuskan untuk membuatnya sebagai camilan bagi gadis kecilnya. Mayang suka berada di dapur. Salah satu cara untuk meredakan stresnya dulu saat masih bekerja bersama Erlangga adalah mengolah sesuatu di dapur mungil rumahnya. Namun sekarang, dapur bukan lagi hanya sebagai tempat untuknya menghil

