“Papa menyesal menuruti permintaan Mama kamu waktu itu untuk berhenti terlibat sepenuhnya dalam mengurus kamu. Papa benar-benar menyesal melakukan ini semua terhadap kalian.” “Lalu kenapa Anda melakukannya? Kenapa nggak berpikir jauh ke depan sebelum memilih meninggalkan aku dan Mama? Menelantarkan kami! Anda tahu? Bertahun-tahun aku hidup dalam pemikiran bahwa ayahku nggak pernah menginginkan aku hidup. Berpikiran bahwa aku nggak cukup baik sebagai seorang anak, bahwa Mamaku nggak cukup layak sebagai istri! “Aku cuma ingin tahu,” ucap Mayang setelah terdiam beberapa saat. Suaranya kembali lirih setelah dengan mata yang berkaca-kaca. “kenapa Anda tega meninggalkan kami? Apa salahku? Apa salah Mama?” Walau berusaha sekuat tenaga menahan air matanya, tapi cairan bening itu akhirnya menete

