Lama Beni tak sadarkan diri, dan hanya berbaring di kamarnya. Entah ia tidur atau memang pingsan, yang jelas hari ini ia tak melakukan apapun dan bahkan tidak pergi ke kantor untuk bekerja. Ada rasa kesal dalam hati Emi, dan ia pun sudah tak sabar untuk bicara pada putranya. Namun, ia masih berusaha untuk bersabar dan menunggu Beni terbangun. Kini wanita itu duduk di ruang keluarga sendirian. Pandangan wanita ini tampak kosong, seolah begitu banyak beban dalam hatinya. Sesekali ia menghembuskan nafas kasar, seolah sedang menahan suatu beban yang amat sangat berat. Pandangannya tertuju pada foto keluarga yang menggantung di dinding ruang keluarga. Bisa Emi lihat di foto itu ia beserta anak dan suaminya tampak bahagia, wajah mereka penuh senyuman. Lalu, bagaimana dengan hidupnya sekaran

