Beberapa hari setelah acara makan malam itu, Naira kembali bertanya pada suaminya, perihal bagaimana nanti Tama akan mengambilnya bayinya. Sore itu, Naira yang sejak siang penasaran dengan berbagai pertanyaan dalam benaknya, langsung bertanya pada suaminya. Padahal saat itu Tama baru saja datang dari kantor, akan tetapi Naira yang tidak sabar memberondongnya dengan berbagai pertanyaan yang mengganggu. “Mas …” panggilnya. Tama memberikan tas kerja yang sedang ia pegang kepada Naira. “Ada apa?” tanyanya, seraya mengerutkan kening. “Mas, benarkah nanti masakan mengambil bayi milik Sabrina?” Tama menghentikan langkahnya, lalu kemudian ia menoleh kepada Nayla, “Apa maksud dari pertanyaanmu itu? Bukankah sejak awal aku sudah mengatakannya padamu, kalau aku akan mengambil bayi Sabrina. Kare

