Malam Terlarang

1046 Words

“Apa yang kau katakan, lepaskan tanganmu.” Beni berusaha untuk melepaskan tangan Naira dari lehernya. Namun, rupanya Naira tak mau melepaskan Beni, “Tolong temani aku, sebentar saja.” ucapnya, kali ini Naira bahkan sampai memeluk Beni. Namun, Beni yang masih waras tentu saja melepaskan Naira, dan mendorong tubuhnya hingga ia terjatuh ke atas ranjang. “Jangan macam-macam, Naira!” bentak Beni, “Aku tidak mau mencari masalah dengan tidur denganmu!” tunjuknya pada Naira, Beni bersikap kasar pada Naira, tapi sepertinya Naira sama sekali tak tersinggung dengan perkataan Beni. Ia malah justru bangun dan kembali memeluk Beni. “Naira!” Beni kembali hendak mendorong Naira, tap Naira menahan tubuh Beni. “Kenapa kau sangat marah, Ben?” Naira tersenyum licik sambil mengelus pipi Beni dengan sangat

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD