“Maaf, Nyonya Sonia dan juga Tuan Bram. Tapi aku sama sekali tidak tahu dimana Sabrina tinggal. Maafkan aku tidak bisa membantu.” ucap Ayara, lebih baik ia tak mengatakan apapun tentang Sabrina, karena jika Ayara mengatakan hal yang sebenarnya kalau ia mengenal Sabrina. Ayara yakin jika kedua orang ini akan selalu terus mengganggunya. Untuk itulah, Ayara memilih untuk berbohong. Lagi pula kedua orang ini juga adalah seorang pembohong. Jadi, untuk apa Ayara berkata jujur pada mereka. “Sayang sekali, baiklah maafkan aku kalau begitu. Kami permisi dulu.” Sonia memilih untuk berpamitan dari rumah itu, sebab ia mulai tak nyaman dengan gelagat suaminya yang tampak tertarik pada Ayara. Pria ini memang mata keranjang, tak bisa melihat wanita cantik, ia langsung tergoda begitu saja. “Sekali lagi,

