Di sebuah ruangan gelap dan juga terkunci, Beni duduk sendirian. Pikirannya saat ini tak berjalan seperti semestinya. Beni yang sekarang bukanlah Beni yang dulu, kini ia hanya seorang pria hampa yang penuh dosa. Seorang pria yang bermandikan dengan penyesalan, banyak sekali pukulan mental yang tengah ia rasakan. Terkadang berteriak dan menangis sendirian di dalam sana, hidupnya hancur karena ia telah salah dalam melangkah dan mengambil keputusan. Ia telah menyakiti istrinya hanya demi wanita lain, dan ternyata wanita lain yang perjuangkan telah menipunya dan menyakitinya dengan sangat dalam. Beni tak bisa menerima kenyataan, beni tertam-par dan terpukul oleh semua kesalahannya. Kini ia terlarut dalam sebuah penyesalan, dan tak mampu bangkit untuk menerima kenyataan. Seorang perawat ba

