“Kau dengar itu? Beni bahkan tidak mengakuimu sebagai kekasih, sudah kuduga kalau kau hanya membual.” sinis Emi. “Aku tidak berbohong! Aku memang memiliki hubungan dengan putramu!” sanggah Naira, jelas ia tidak mau dianggap berbohong oleh wanita menyebalkan ini. Padahal niatnya sangat baik, karena Naira ingin memperkenalkan dirinya sebagai calon menantu. Namun, tanggapan Emi malah di luar dugaan. Wanita ini malah merendahkannya. “Pergilah, jangan mengganggu keluarga kami. Aku ingin hidup dengan tenang.” ucap Beni, ia berkata seolah tak pernah terjadi sesuatu diantara mereka berdua. Padahal selama ini ia sangat bersemangat saat menyentuh Naira. Naira menggeleng-gelengkan kepala, “Astaga, sekarang aku paham. Kalian memang keluarga gila dan juga licik.” “Jaga mulutmu!” bentak Bella, ia ti

