“Pergilah dari sini, sebelum aku berbuat kasar untuk membungkam mulutmu!” murka Adam. “Apa kau sedang membuat kebohongan?” rupanya Murni masih belum percaya dengan apa yang Adam katakan padanya. “Jika kau ingin tahu apa yang aku katakan kebohongan atau bukan, kenapa kau tidak pergi saja ke rumah keponakanmu dan tanyakan padanya. Apa aku telah berbohong padamu, ataukah putrimu yang tengah membodohimu.” Adam berkata dengan sinis, lalu ia berjalan mendekati Ayara, ia mengusap perut Ayara perlahan, “Apa perutmu sakit?” tanya Adam cemas, nada bicaranya saat dengan Murni dan Ayara sungguh jauh berbeda, ia bicara dengan sangat tegas padanya. Sedangkan dengan Ayara, ia sangat lembut dan juga perhatian. Siapapun bisa melihat kalau Adam sangat mencintai istrinya. “Tadi perutku menegang, mungkin

