Beni Kembali

1096 Words

Sabrina menatap kosong ke arah jendela yang sedikit terbuka itu, cahaya keorenan mulai tampak di langit sore. Hatinya begitu tenang saat ia melihat fenomena waktu berganti, sebentar lagi hari akan berganti menjadi senja. “Aku memiliki sahabat, kami sangat dekat.Dan kami saling menyayangi. Disaat aku tak memiliki dukungan dari keluarga, hanya ia yang selalu mendukungku. Bahkan dalam keadaan apapun, ia selalu menjadi satu-satunya orang yang peduli padaku.” Sabrina mulai menceritakan semuanya. Ia tidak peduli dengan apa yang Arthur pikirkan tentangnya nanti. Saat ini Sabrina hanya sedang ingin mengungkapkan segala apa yang tengah menjadi beban dalam hatinya. “Awalnya semua baik-baik saja, tapi … tiba-tiba rasa iri muncul dalam hatiku. Rasa iri itu tiba-tiba saja menyeruak dalam hati dan pik

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD