Sabrina mencoba untuk terlihat tenang, ia tak mau menampakan keterkejutannya saat melihat pesan yang dikirimkan oleh Ayara. “Hanya pesan seperti ini, kenapa Mas begitu marah?” Sabrina melemparkan ponsel itu ke atas ranjang. Lalu memasang wajah tenang. “Hanya katamu?” Beni menggelengkan kepalanya tak percaya, mudah sekali Sabrina berkata seperti itu. Seolah apa yang ia lakukan bukanlah suatu kesalahan dan pantas dilakukan. “Aku hanya bercanda.” jawab Sabrina enteng. “Bercanda katamu?” Beni mendengus kesal, ia tak percaya dengan apa yang Sabrina katakan. “Iya.” “Kau datang ke kantor Adam, dan kau mengambil fotonya seperti seorang kekasih. Dan kau hanya bilang kalau kau bercanda?” “Apanya yang seperti seorang kekasih? Apa di dalam foto itu aku bermesraan dengannya?” tanya Sabrina, lal

