Sepertinya Tama ...

1112 Words

“Apa maksudmu?” saat ini perasaan Naira tak karuan, dari mana mereka berdua tahu tentang hubungannya dengan Beni. Selama ini ia berusaha menutupinya dengan sangat baik, kenapa ia malah ketahuan begini. “Apa kalian mengikutiku?” saat ini hanya itulah yang terpikir oleh Naira, jika mungkin saja mereka berdua mengikuti kemana ia pergi hari ini. “Untuk apa kami mengikutimu? Memangnya kau orang penting? Kau pikir kami tidak punya pekerjaan lain, sampai aku harus mengikuti kemana kau pergi!” seru Arthur, entah mengapa ia tak bisa berbicara dengan sopan dan lembut pada Naira. Wanita ini terlalu menyebalkan untuknya, dan Arthur sangat muak. “Lalu …” “Kami melihatmu berciu-man dengan Beni di hotel, saat kami akan beristirahat di sana.” jawab Sabrina. Mendengar pernyataan Sabrina, tiba-tiba saja

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD