“Jasmine, sepertinya Dave menyukaimu.” Jelena berkata di kala dia bersama adik dan juga orang tuanya tiba di rumah. Dia langsung mengutarakan apa yang tadi dia lihat selama makan malam berlangsung. Terlihat jelas bagaimana Dave mengagumi adiknya itu. “Jelena, kau jangan berbicara konyol.” Jasmine melepaskan heels-nya, membalas ucapan Jelena. Johan menggeleng-gelengkan kepalanya. “Jelena, kau kan tahu adikmu sudah memiliki kekasih. Kau malau bicara yang aneh-aneh saja.” “Iya, Jelena. Kau jangan bicara aneh-aneh. Jika Bernard dengar, nanti dia bisa salah paham.” Mila memperingati. Jelena terkekeh. “Iya-iya, Mom, Dad. Aku hanya menggoda Jasmine.” “Kami ingin ke kamar. Lebih baik kalian istirahat.” Johan dan Mila mengecup pipi kedua putri mereka—lalu melangkah masuk ke dalam kamar.

