Gaun berwarna merah dengan model tali spaghetti membalut indah tubuh Jasmine. Rambut cokelatnya tergerai sempurna. Riasan bold di wajahnya semakin membuatnya begitu indah, anggun, dan elegan. Sayangnya, raut wajah Jasmine tidaklah cerah dan bahagia. Malam ini Jasmine harus ikut hadir dijamuan makan malam. Benar-benar menyebalkan! Dia tak ingin hadir di acara jamuan makan malam itu, tapi dia tak memiliki pilihan lain. Jelena dan kedua orang tuanya bisa marah jika sampai dirinya beralasan tak hadir. Pun Jasmine sudah berjanji akan datang. “Jasmine, kau sudah siap belum?” Jelena menatap Jasmine, lalu seketika matanya melebar kagum. “Oh, My god! Kau cantik sekali.” Jasmine tersenyum samar. “Kau berlebihan. Kau jauh lebih cantik, Jelena.” Jelena menggeleng. “No, no. Malam ini kau sangat

