Aulia menatap sekelilingnya. Tempat ini terasa asing bagi Aulia. Gelap, tidak ada siapa pun. Berulang kali dia berteriak, memanggil semua orang yang dikenalnya, Aulia tidak mendapat respon dan sahutan. Merasa tidak ada gunanya terus-terusan berteriak, cewek itu memutuskan untuk berhenti melangkah dan mengawasi keadaan. Tak lama, dia mendengar suara langkah mendekatinya. Otomatis, Aulia memutar tubuh dan memasang sikap waspada. Cewek itu terperangah ketika melihat dirinya sendiri berada tepat di hadapannya. Dia seperti berkaca atau berhadapan dengan saudara kembarnya sendiri. “Elo...?” “Kenapa?” tanya orang yang sangat mirip dengannya itu. Yang menjadi perbedaan adalah, cewek di depannya tersebut memiliki sifat yang dingin, terkesan angkuh

