#34 (1)

1381 Words

“Tunggu, tunggu.”             Kalimat itu membuat Setyo, Aulia dan Putri serentak menoleh setelah ketiganya sama-sama berhenti melangkah. Satria berkacak pinggang dan meringis. Dia menggaruk pelipisnya dengan menggunakan jari telunjuk dan tersenyum agak dipaksakan.             “Apa kita harus masuk ke dalam?”             “Kenapa?” tanya Setyo menggoda. “Lo takut sama Pangeran dan Putra?”             “What? No! No! It’s not like that,” jawab Satria cepat. Cowok itu menunduk, mendongak, kemudian menatap Setyo, Aulia dan Putri. Tatapannya berhenti sangat lama pada cewek SMA itu. “Gue cuma... mm, cinta kedamaian?”             Aulia sampai harus memalingkan wajah karena sibuk menahan tawanya. Sementara itu, Putri mengerutkan kening dan menatap Setyo. Sepupunya itu sudah tertawa keras bahka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD