Elios mencoba menahan diri untuk tidak menginterogasi cowok di hadapannya. Namun, rasanya dia tidak bisa menahan rasa penasarannya tersebut. Dia berdeham, kemudian menatap tegas manik Setyo. “Lo beneran pacarnya Aulia? Tunangannya? Calon suaminya?” Setyo mengangkat satu alisnya. “Ya, ya dan ya.” Rahang Elios mengeras. Menyebalkan sekali cowok di depannya ini. Saat pertama kali bertemu dengan Setyo di resto hari itu, dia memang kaget karena ditanyai beberapa hal olehnya. Bahkan saat merasa diinterogasi seperti itu pun, Elios beranggapan bahwa Setyo adalah orang yang baik dan ramah. Tapi, sekarang, Elios merasa ingin sekali menghajar wajah menyebalkan Setyo yang sedang menatapnya dengan tatapan meremehkan. “Nama lo

