Setyo menoleh ketika dia mendengar meja di hadapannya dipukul pelan. Sosok Satria terlihat, balas menatap ke arah Setyo dengan alis terangkat satu. Sahabat dari Setyo itu lantas duduk di hadapan Setyo dan memesan segelas minuman segar kepada pelayan yang datang untuk menanyakan pesanannya. Setelah pelayan tersebut pergi, Satria menatap sekeliling resto. Suasana di resto ini sedikit sepi, membuat Satria menebak-nebak, apa yang sedang mengganggu pikiran Setyo sehingga sahabatnya itu memilih untuk duduk sendirian di pojok resto sambil melamun. “Kenapa lo bisa ada di sini?” tanya Setyo. Cowok itu mendesah berat dan mengusap wajah dengan kedua tangan. “Karena gue pasang alat pelacak di ponsel lo?” Setyo memberikan lirikan tajamnya. “Sumpah, lo

