#20 (1)

1332 Words

Malam itu, perasaan Aulia sudah sedikit membaik setelah ditemani oleh Austine di kamar.             Kakak kembarnya itu berusaha keras untuk mengalihkan pikiran dan kesedihannya. Mereka mengobrol, bercanda bahkan makan beberapa kudapan di dalam kamar Aulia. Setelah itu, Austine pamit keluar karena katanya harus menyelesaikan novelnya sedikit lagi dan akan mandi untuk menyegarkan tubuh dan pikiran. Austine berjanji akan kembali menemani Aulia nanti.             Turun dari lantai dua, Aulia tidak melihat keberadaan Austine di lantai satu. Mungkin, kakak kembarnya itu masih sibuk di dalam kamarnya sendiri. Kedua kakaknya yang lain alias si kembar P sepertinya belum pulang dari pekerjaan mereka. Orang tuanya pun tidak terlihat, membuat keningnya mengerut.             “Bik?”             Pan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD