Bagi Satria, makanan yang tersaji di depannya sangatlah enak. Namun, makanan enak tersebut justru tidak memiliki rasa di lidahnya. Hanya terasa enak di kedua matanya saja. Bagaimana tidak? Dia terus saja diawasi dan diberi tatapan tajam oleh Pangeran dan Putra, dua kakak cowok dari Putri. Jangankan menelan makanan tersebut, mengunyahnya saja rasanya Satria harus mengerahkan seluruh tenaga dalamnya. Meski begitu, Satria tetap merespon obrolan dari ibunda Putri dan tetap memberikan senyuman terbaiknya. Ingin sekali rasanya dia menendang Setyo yang sibuk menahan tawanya sejak tadi. Gue kena kutukan di mana, sih? “Jadi, Nak Satria ini belum punya pacar, ya? Masih single?” tanya ibunda Putri. Wanita itu menatap Satria dengan senyuman lembutnya.

