#25 (1)

1498 Words

“Kenapa kita harus ke sini juga, sih?”             Pertanyaan Satria itu dijawab dengan alis terangkat satu oleh Setyo. Cowok itu menampilkan wajah dan seringaian menyebalkannya, membuat Satria jadi menyesal sudah bertanya.             “Kenapa? Lo takut sama Putra? Atau sama Pangeran?” ledek Setyo.             “Bukan,” gerutu Satria. Dia melirik Aulia yang nampak terkagum-kagum dengan dekorasi rumah Putri. “Cewek lo kan lagi sakit. Masa lo ajak jalan-jalan dan bukannya nyuruh dia istirahat di rumah setelah berobat? Tega banget.”             “Ah.” Setyo manggut-manggut dan mengusap dagunya. “Aulia juga minta buat datang ke sini, kok. Katanya dia pengin liat rumahnya Putri sekaligus penasaran sama mukanya Pangeran.”             “Cih.”             Setyo mengerjap. “Lo barusan nge-cih-i

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD