#15

3277 Words

“Din? Ada yang nyariin, Sayang.”             Andini melirik sekilas ke arah pintu kamarnya. Sudah hampir dua hari dia mengurung diri di dalam kamar. Cewek itu tidak mau keluar, tidak ingin berbicara, bahkan makanan dan minuman yang dibawakan oleh orang rumah ke kamarnya hampir tidak pernah tersentuh. Dia hanya keluar kamar untuk mandi dan kembali mengurung diri lagi jika sudah selesai. Perutnya terasa sedikit sakit sejak semalam, tapi Andini tidak peduli.             Hatinya jauh lebih sakit.             “Din,” panggil seseorang dari balik pintu kamarnya. “Ini gue. Bisa kita ngomong sebentar? Di dalam kamar lo pun nggak apa-apa. Lo bisa biarin pintu kamar lo terbuka di saat gue masuk nanti.”             Kini, Andini bangkit dari ranjang. Keningnya mengerut. Suara itu dikenali Andini se

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD