11. Pilihan Ellina.

1690 Words

Waktu berlalu sejak kejadian di sekolah beberapa hari yang lalu. Kini Alvian dan Aaric tampak menunggu di luar sebuah ruangan dengan perasaan yang tak dapat ditentukan. Alvian berkali-kali menatap pintu ruangan kamar tersebut. Sedangkan Aaric memilih duduk diam dan menunggu dengan tenang. Alvian kembali mendesah kasar dan membenarkan topi di kepalanya. Aaric menatap Alvian sesaat. "Hei,  buang kemeja pink mu. Dan baju apa yang kau kenakan? Ya ampun, menggelikan!" Alvian tetap cuek. "Diamlah, aku sedang tak berminat menanggapi kata-katamu." "Apa Ellina akan baik-baik saja?" tanya Aaric lagi. Alvian menggelengkan kepalanya. "Bukankah dia gadis yang kuat. Ayolah,  kita sama-sama tahu, dia ... dia benar-benar seseorang yang kita kenal. Aku tak mengerti itu ingatan apa, aku hanya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD