Ernest dan Lykaios menatap kesal pada sapu dan kain pel di tangannya. Bahkan mereka kena hukuman harus membersihkan kamar mandi pria. "Ini semua gara-gara aku mengikuti gayamu," Lykaios melepas antingnya dan membuang ke tempat sampah. Ernest hanya tersenyum miring melihat wajah Lykaios yang kesal. "Hei, ayolah. Kau dulu sangat keren saat keluarga kecil kita berkumpul." Lykaios menoleh. "Benarkah?" Ernest mengangguk mantap. "Tentu saja. Kau sangat dingin pada mereka yang bukan dari keluargamu. Meski kau terkadang membenci Alvian dan kesal pada tingkah bodoh Aaric, tapi aku tahu, kau sangat menyayangi mereka." "Alvian dan Aaric? Bukankah dia dua pria yang lari saat Guru Azzura meneriaki nama mereka?" Ernest mengangguk lagi. "Itu dia mereka, kau lihat gaya mereka kan?" Lykaios

