Bab 23

3595 Words

Jessi merenggangkan kedua tangannya ke udara, membiarkan otot-ototnya yang sebelumnya terasa tegang dan kaku menjadi lebih rileks. Matanya yang biru menatap sekeliling dengan malas saat bibirnya yang kecil terbuka dan menguap. “Kau tampak kelelahan.” Suara nyaring menggema di ruangan. Itu Rachel, dengan dua cangkir cokelat panas di kedua tangannya. Matanya yang berhias kacamata tanpa minus tampak cerah meski langit di luar sudah gelap. Langkah kakinya yang santai lantas membawanya masuk ke dalam sebuah ruangan berdominan biru. Rachel kemudian menyodorkan salah satu cangkir berwarna putih di tangan kanannya kepada Jessi. “Cokelat panas akan membuatmu merasa lebih baik,” lanjutnya. “Jangan pernah, sekalipun. Jangan pernah memintaku untuk membantumu menemukan potongan kalimat di dalam sebu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD