Bab 30

986 Words

Terik matahari menembus jendela kamar Jessi. Tirai yang dibuka, membuat cahaya yang terang bisa masuk dengan leluasa. Menyorot wajah pucat sang pemilik kamar yang sudah menutup matanya sejak kemarin sore. Suara-suara obrolan yang mulai menyelinap masuk ke dalam telinga pun berhasil menarik atensi. Menyadarkan Jessi dari tidurnya yang entah dimulai sejak kapan dan bagaimana. Membuat kelopak mata yang sebelumnya tertutup pun terbuka perlahan. Sesekali silaunya matahari menghalangi pemandangan. Namun semuanya hanya berlaku sesaat, untuk beberapa saat saja, sampai akhirnya Jessi sadar bahwa tubuhnya yang terasa berat tengah berbaring di atas ranjangnya sendiri. "Kau sudah bangun, Sayang?" Emma segera menghampiri putrinya yang tampak memalingkan wajahnya, menatapnya. Wanita itu baru saja

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD