Bab 69. Masa Lalu

1163 Words

Di jalan tol yang mulai macet menjelang senja, Ethan mengetuk-ngetukkan jarinya di atas setir. Sudah hampir lima kali ia menoleh ke layar ponselnya yang ditaruh di cup holder, tak ada notifikasi baru. Hanya telepon singkat Vivian satu jam lalu: “Kamu bisa pulang lebih cepat?” Hanya itu. Tanpa penjelasan. Tanpa emoji khas Vivian. Tanpa nada manja-manja seperti biasanya. Ethan menghembuskan napas panjang, menggeleng seolah-olah berusaha menepis berbagai kemungkinan buruk yang mulai bermunculan di kepalanya. “Dia nggak mungkin kenapa-kenapa,” gumamnya sendiri. Vivian jarang meminta, apalagi memaksa. Dia selalu menunggu Ethan pulang tanpa ribut. Jadi ketika pesan itu datang … Ethan tahu ada sesuatu. Tapi apa? Dalam perjalanan, ia mencoba menenangkan pikirannya sendiri. Mungkin Vivian cum

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD