Malam itu terasa jauh lebih panjang dari biasanya. Vivian berbaring membelakangi Ethan, tubuhnya kaku, jarak di antara mereka terasa seperti jurang yang tak terlihat tapi nyata. Ethan tahu—sangat tahu—bahwa satu sentuhan saja bisa membuat segalanya semakin buruk. Jadi ia hanya diam, menatap langit-langit kamar, mendengarkan napas Vivian yang tidak teratur. Biasanya, Vivian akan menggeser tubuhnya mendekat saat malam mulai dingin. Biasanya, kakinya akan menyentuh kaki Ethan tanpa sadar. Tapi malam ini tidak. Vivian menolak bahkan untuk menoleh. Ethan sempat mengulurkan tangan, ragu-ragu, berhenti beberapa sentimeter dari punggung istrinya. Tangannya menggantung di udara sebelum akhirnya jatuh kembali ke kasur. Ia menghela napas pelan. Malam itu, untuk pertama kalinya sejak menikah, Et

