Bab 50. Restu yang Ditunggu

1117 Words

Vivian menunduk, kedua tangannya menggenggam ujung wastafel erat. Nafasnya berat, suaranya bergetar saat akhirnya ia berani membuka mulut. “Than… aku… aku pernah menikah lima tahun sama Hans,” katanya pelan, hampir seperti bisikan. “Selama itu… aku nggak pernah sekalipun hamil. Mungkin… mungkin aku mandul.” Ethan masih berdiri di depannya, kedua tangannya menahan sisi wastafel, memerangkap tubuh Vivian di antara lengannya. Tatapannya sama sekali tidak goyah. Vivian melanjutkan, matanya berkaca-kaca. “Keluarga Sinclaire itu keluarga besar, terpandang, penuh harapan. Papa dan Mama kamu pasti ingin cucu dari anak-anak mereka. Aku takut… aku nggak bisa ngasih itu. Jadi, sebelum kamu ngomong lagi soal nikah…” ia menelan ludah, suaranya pecah, “…aku mau kamu pikirin baik-baik, Ethan. Jangan s

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD