“Kamu tanya … yang mana?” Ethan menyeringai. Pria itu menatap Vivian lekat dan dengan brutal kembali menyerang bibir wanita itu. Tentu saja, Vivian agak terkejut, tapi kemudian ia malah menikmatinya. Mungkin ini gila, tapi bersama Ethan, ia bisa mengenali dirinya sendiri. Kapan dia akan menolak atau bahkan menerima dengan terbuka semau yang pria itu berikan. Namun, semuanya berubah panas dalam sekejap. Ethan dengan paksa menurunkan dress Vivian hingga membuat wanita itu kelabakan dan mendorong dadanya agak menjauh dan melepas ciumannya. “Ethan … kita lagi ada di kantor. Kalau ada yang lihat gimana?” katanya panik ketika kedua dadanya sudah berhasil pria itu loloskan dari cupnya. “Kamu yang nanya … mana milikku, kan? Ini semua milikku, Vivian. Tanpa terkecuali,” sahut pria itu penuh se

