Plak! “Sembarangan kamu ngomong. Ethan ini urusanku. Jadi, aku minta kamu untuk enggak–” “Enggak apa?” Ulang Ethan pelan. Suara Ethan serak, rendah, dan terasa penuh tekanan hingga membuat Vivian berdebar. “Semua yang ada di kamu itu milikku. Semuanya tanpa terkecuali. Aku enggak akan biarin siapa pun merusak apa yang aku punya. Termasuk suamimu,” katanya. Vivian menelan ludah dengan kasar. Sadar jika pria di hadapannya tidak main-main. Namun, bukankah ini sudah masuk ranah pribadinya. Ia sudah memberikan harga dirinya. Apalagi yang Ethan inginkan? Ia juga ingin sekali berpisah dari Hans. Namun, kondisi sang ibu tidak memungkinkan. Ibunya baru saja menjalankan operasi jantung. Jika ada kabar yang mengejutkan sedikit saja, Vivian tidak tahu apa yang akan terjadi pada orang tua satu-sa

