Vivian sudah bersiap pulang. Langkah kakinya ringan tapi cepat, seakan ia ingin segera meninggalkan gedung perusahaan yang hari ini terasa terlalu ramai dengan sorotan mata karyawan. Ia masuk ke mobil, duduk rapi di kursi belakang kemudi, lalu menarik napas panjang, mencoba menenangkan diri. Baru saja ia meraih seatbelt, pintu di sisi lain mendadak terbuka. Sosok tinggi besar dengan aura gelap yang sangat dikenalnya langsung masuk tanpa suara, menutup pintu rapat. Vivian terlonjak. “E–Ethan?” Suaranya tercekat, penuh keterkejutan. “Ngapain kamu ikut masuk?!” Pria itu hanya menatapnya. Tatapan tajam, dingin, berbahaya, persis seperti biasanya. Bibirnya melengkung sedikit, samar, nyaris seperti senyum tapi lebih menyerupai ancaman yang manis. “Aku ikut.” Suaranya rendah, mantap, dan tid

