" Siapa!" dengan d**a bergemuruh Afila menatap tajam wajah Nanda. " siapa apanya Afila?" keningnya berkerut menatap lama pada istrinya yang sudah berdiri di samping tempat tidur. " Abang mau mengulang kisah yang sama untuk kedua kalinya! apa abang fikir ini sebuah lelucon?!" " coba jelasin baik-baik ke abang,jangan di bawa emosi dulu."Nanda menyentuh tangan Afila pelan,namun di tolak kasar. " Siapa Dian! wanita mana lagi yang abang mau tunjukkan ke Afila!" " Dian sia.?" Nanda mencoba mengingat-ingat siapa yang di maksud dari Afila." Oo,Dian Kemala itu anak panti yang biasa abang kunjungi tiap minggu,bukan dia sendiri kok yang abang temui banyak seusianya juga.Sayang jangan terlalu menuduh seperti itu ke abang,Dian masih kelas Enam SD dan nggak akan mungkin abang suka,mereka sudah an

